Justru pergantian siang dan malam, benar-benar tanda bagi orang-orang yang berpikir. Menyadarkan orang yang berakal, tentangnya urgensi pergantian waktu. Pada akhirnya berkontribusi meningkatkan ketaatan pada Sang Pemilik Waktu.
Jangan pernah menolak gelap, disebabkan ketidakpahaman terhadap gulita. Jangan pernah mengutuk panas, karena tidak mengerti manfaat sinar mentari. Jangan menolak sesuatu lantaran tidak suka. Sementara suka dan tidak suka bukan ukuran kebenaran.
Terus Melangkah
Nikmati Proses
Berani
Jangan paksa diri berlari bersama mentari, ketika kaki lelah melangkah. Cukup arahkan wajah ke depan. Tatap target dengan mata hati. Revisi rencana sesuai kemampuan. Hadapi semua masalah dengan gagah berani. Katakan "Hai masalah tidak ada masalah besar, yang ada hanya Rabbku Yang Maha Besar." Kita tidak harus menjadi sempurna di mata orang-orang, sebab kita punya jadi diri, bakat, dan potensi berbeda dari orang lain. Setiap kita punya pijar di antara gulita malam.
Mengukur Kesungguhan
Setiap rintangan perjalanan adalah cara terbaik mengukur kekuatan tekad, kesungguhan, dan keseriusan. Kadang kita tidak sungguh-sungguh melakukan sesuatu. Kadang tekad kita lemah didistorsi keraguan. Kehadiran masalah membuat kita sadar bahwa kita harus sungguh-sungguh memperjuangkan tujuan. Kendala bisa saja batu loncatan agar kita bisa melompat lebih tinggi.
Tetap Optimis
Tetap optimis menatap masa depan. Sebab hidup tidak bergerak ke belakang. Jika lelah kita boleh istirahat, sembari menghitung kekuatan diri, dan bekal perjalanan. Hirup udara segar hembuskan berlahan. Hindari polusi yang membuat nafas sesak. Jika tenaga pulih lanjutkan perjalanan, sebab di sana sukses menanti.
Rencana Rabbmu Terbaik
Hadirnya masalah, tak lantas membuat kita terpuruk. Meratapi nasib. Jika tujuan kita tercapai itu memang rencana kita, namun ketika tujuan kita tidak tercapai itulah rencana Allah. Allah mengabulkan kebutuhan kita. Namun tidak mengabulkan setiap keinginan kita. Dan itulah yang terbaik. Ketika satu pintu tertutup, maka pintu-pintu lain dibuka oleh Allah. Kita tidak tahu alasan ditutupnya suatu pintu. Mana tahu di belakang pintu ada jurang kerusakan. Kita hanya perlu berusaha menemukan pintu yang lain.
Kesimpulan
Jangan ditolak gulita malam, lantaran kita tidak paham cahaya. Tapi pelajari, pahami, dan kuasai materi cahaya kita bisa membedakan mana cahaya mentari dan mana cahaya lilin. Jangan samakan setiap cahaya. Sebab sumber dan hakikatnya berbeda. Syukurilah kegelapan, sebab kegelapan itu menyingkap tekad untuk lebih memahami dan memperjuangkan cahaya.
Wallahu A'lam Bisshawab.
